Sebagai bentuk evaluasi terhadap kebutuhan tenaga kerja bidang pariwisata
serta menepis anggapan bahwa SMK sebagai salah satu penyumbang
pengangguran terbuka di Jawa Barat, SMK ICB Cinta Wisata bekerja sama
dengan Hotel Intercontinental Bandung telah membuka 2 Kelas Industri
Hotel dan Kuliner.
Keberadaan Kelas Industri sebagai upaya SMK ICB Cinta Wisata terhadap
rencana evaluasi Pemerintah Jawa Barat untuk SMK. Keberadaan Kelas
Industri dapat melahirkan lulusan SMK yang dapat memenuhi kebutuhan
kondisi industri di Jawa Barat.
SMK memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan industri Jawa Barat.
SMK ICB Cinta WIsata akan melakukan perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan, yaitu
penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi sesuai dengan tuntutan pasar kerja (work-based competence). Work based competence adalah kompetensi yang memadukan teori dan praktik sesuai dengan kondisi nyata dengan tempat bekerja agar terjadi link and macth antara SMK ICB Cinta Wisata selaku penyelenggara pendidikan dan Hotel Intercontinental selaku pengguna lulusan. Waka Humas Dunia Usaha dan Industri SMK ICB Cinta Wisata, Nani Daryani mengungkapkan, sebagai langkah awal, Kelas Industri yang dibuka diberi nama Kelas Industri ICB (Intercontinental Bandung Hotel) berjumlah 19 orang dan ICB Kuliner berjumlah 21 orang. Untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam mengimplementasikan program tersebut, 4 guru SMK ICB Cinta Wisata juga diikutsertakan untuk mengikuti program magang selama 25 hari di hotel tersebut dalam 2 tahap.
Sedangkan pembelajaran SMK ICB Cinta Wisata telah melaksanakan sinkronisasi kurikulum dengan pihak hotel untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pasar kerja yang mengacu pada Kurikulum 2013 revisi. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran kelas industri dilakukan melalui sistem blok di mana pada bulan pertama di minggu ketiga bulan Agustus ini siswa melaksanakan pembelajaran selama 1 minggu di Hotel Intercontinental dengan diajar langsung oleh praktisi Hotel Intercontinental. Kemudian, seminggu selanjutnya melaksanakan pembelajaran umum di sekolah. Di bulan September melaksanakan pembelajaran di hotel selama 2 minggu dan 2 minggu di sekolah, demikian seterusnya. Keberadaan Kelas Industri adalah salah satu solusi untuk menjawab anggapan pengangguran disebabkan oleh lulusan SMK. Padahal, beberapa faktor ikut menyebabkan data lulusan terbuka di Jawa Barat berdasarkan data BPS cukup tinggi.
Salah satu penyebab adalah banyaknya jumlah lulusan dan adanya ketidaksesuaian kriteria mempengaruhi
tidak terserapnya lulusan SMK,ujar Kabid PSMK Disdik Jabar Deden Saepul Hidayat. Hal itu disampaikan dalam sambutannya di acara Launching Kelas Industri Hotel dan Kuliner di SMK ICB Cinta Wisata, Jalan Pahlawan 19B, Kota Bandung, Kamis (1/8/2019). Launching Kelas Industri SMK ICB Cinta Wisata juga dihadiri instansi terkait, di antaranya Kepala Bidang Industri Pariwisata Aziz Zulfikar Aly Yusca, Kepala Seksi Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung yang diwakili Muslihat, Pengawas Pembina SMK ICB Cinta Wisata Basaria Margaretha Panjaitan. Hadir juga Ketua Yayasan ICB Bonur, Direktur Pendidikan SMK Timotius Chandra, Direktur Keuangan Maringan R Davis, HRM Hotel Intercontinental Wibowo Cahyoseputro, Direktur Operasional Human Resources Hotel Intercontinental Bandung Lies Tanti Julawati, beserta orang tua siswa Kelas Industri. Ketua Yayasan ICB Bonur P merasa senang dengan perubahan yang dilakukan oleh SMK ICB Cinta Wisata dengan keberaniannya membuka kelas industri. Ketua Yayasan berterima kasih kepada pihak Hotel Intercontinental yang bersedia bermitra dengan SMK ICB Cinta Wisata sebagai upaya meningkatkan keterserapan dan daya saing SMK ICB Cinta Wisata dalam dunia industri. Kelas Industri SMK ICB CInta Wisata memberikan jaminan 100% lulusannya mampu terserap diterima bekerja di Hotel Intercontinental Bandung
SMK ICB Cinta WIsata akan melakukan perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan, yaitu
penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi sesuai dengan tuntutan pasar kerja (work-based competence). Work based competence adalah kompetensi yang memadukan teori dan praktik sesuai dengan kondisi nyata dengan tempat bekerja agar terjadi link and macth antara SMK ICB Cinta Wisata selaku penyelenggara pendidikan dan Hotel Intercontinental selaku pengguna lulusan. Waka Humas Dunia Usaha dan Industri SMK ICB Cinta Wisata, Nani Daryani mengungkapkan, sebagai langkah awal, Kelas Industri yang dibuka diberi nama Kelas Industri ICB (Intercontinental Bandung Hotel) berjumlah 19 orang dan ICB Kuliner berjumlah 21 orang. Untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam mengimplementasikan program tersebut, 4 guru SMK ICB Cinta Wisata juga diikutsertakan untuk mengikuti program magang selama 25 hari di hotel tersebut dalam 2 tahap.
Sedangkan pembelajaran SMK ICB Cinta Wisata telah melaksanakan sinkronisasi kurikulum dengan pihak hotel untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pasar kerja yang mengacu pada Kurikulum 2013 revisi. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran kelas industri dilakukan melalui sistem blok di mana pada bulan pertama di minggu ketiga bulan Agustus ini siswa melaksanakan pembelajaran selama 1 minggu di Hotel Intercontinental dengan diajar langsung oleh praktisi Hotel Intercontinental. Kemudian, seminggu selanjutnya melaksanakan pembelajaran umum di sekolah. Di bulan September melaksanakan pembelajaran di hotel selama 2 minggu dan 2 minggu di sekolah, demikian seterusnya. Keberadaan Kelas Industri adalah salah satu solusi untuk menjawab anggapan pengangguran disebabkan oleh lulusan SMK. Padahal, beberapa faktor ikut menyebabkan data lulusan terbuka di Jawa Barat berdasarkan data BPS cukup tinggi.
Salah satu penyebab adalah banyaknya jumlah lulusan dan adanya ketidaksesuaian kriteria mempengaruhi
tidak terserapnya lulusan SMK,ujar Kabid PSMK Disdik Jabar Deden Saepul Hidayat. Hal itu disampaikan dalam sambutannya di acara Launching Kelas Industri Hotel dan Kuliner di SMK ICB Cinta Wisata, Jalan Pahlawan 19B, Kota Bandung, Kamis (1/8/2019). Launching Kelas Industri SMK ICB Cinta Wisata juga dihadiri instansi terkait, di antaranya Kepala Bidang Industri Pariwisata Aziz Zulfikar Aly Yusca, Kepala Seksi Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung yang diwakili Muslihat, Pengawas Pembina SMK ICB Cinta Wisata Basaria Margaretha Panjaitan. Hadir juga Ketua Yayasan ICB Bonur, Direktur Pendidikan SMK Timotius Chandra, Direktur Keuangan Maringan R Davis, HRM Hotel Intercontinental Wibowo Cahyoseputro, Direktur Operasional Human Resources Hotel Intercontinental Bandung Lies Tanti Julawati, beserta orang tua siswa Kelas Industri. Ketua Yayasan ICB Bonur P merasa senang dengan perubahan yang dilakukan oleh SMK ICB Cinta Wisata dengan keberaniannya membuka kelas industri. Ketua Yayasan berterima kasih kepada pihak Hotel Intercontinental yang bersedia bermitra dengan SMK ICB Cinta Wisata sebagai upaya meningkatkan keterserapan dan daya saing SMK ICB Cinta Wisata dalam dunia industri. Kelas Industri SMK ICB CInta Wisata memberikan jaminan 100% lulusannya mampu terserap diterima bekerja di Hotel Intercontinental Bandung




Komentar