Untuk menjadi seorang chef tak sekedar memiliki kemampuan memasak. Yang
pasti, profesi chef saat ini sangat menjanjikan
dan menjadi banyak incaran! Seorang chef pria adalah pria gagah berpakaian
putih, celana hitam atau putih kotak-kotak kecil, memakai topi tinggi dan
menjadi raja sebuah dapur yang kehadirannya biasa kita jumpai di sebuah
hotel berbintang atau resto ‘kelas kakap‘? Chef Cewek biasanya, perempuan berpakain
putih, celana hitam, celemek atau apron
warna hitam atau putih dengan syal denga topi.
Kata Chef berasal dari bahasa Perancis, yang dalam Bahasa Inggris artinya
adalah Chief atau leader, dalam bahasa Indonesia pimpinan. Tidak setiap Chef
adalah Kepala Juru Masak. Kalau Kepala Juru Masak? Kepala Juru Masak adalah
Chef de Cuisine atau Chef de Patisserie untuk Chef Pastri. Di dapur pun ada
yang namanya Chef de Partie (CDP) atau Kepala Bagian, tergantung dapur yang ia
pimpin. CDP ini juga bukan hanya di dapur
Untuk menjadi seorang Chef, ada banyak jalur yang bisa ditempuh. Pada
jenjang sekolah tinggi, paling tidak, bisa melalui SMK jurusan Tata Boga
atau jurusan perhotelan. Untuk yang lebih tinggi lagi, bisa bergabung dengan
akademi-akademi perhotelan atau Sekolah Tinggi Pariwisata. Tentunya lulusannya
tak serta merta mendapatkan gelar Chef, kecuali setelah lulus langsung membuka
usaha restoran dan menjadi Chef-nya.
Untuk menjadi seoran Chef, sangat dibutuhkan pengalaman dan jam terbang
yang tinggi, karena kalau sudah menjadi Chef maka bukan hanya kemampuan memasak
yang dibutuhkan, tetapi sudah menjadi luas, yaitu kemampuan berorganisasi. Pada
dasarnya persyaratan seorang Chef akan sama dengan persyaratan seorang
pemimpin. Chef adalah profesi yang membutuhkan proses yang panjang untuk
pencapaiannya, bahkan bisa mencapai puluhan tahun (ada juga yang bisa
mencapainya dalam bilangan tahun).
Chef juga banyak tingkatannya, mulai dari Demmie Chef hingga Executive
Chef. Pada saat ini, di Indonesia telah ada beberapa orang Indonesia yang
dipercaya untuk memegang kendali di dapur-dapur hotel berbintang, baik bintang
4 maupun 5. Hal ini tentu sangat menggembirakan, walaupun di luar negeri
sebenarnya sudah banyak juga orang-orang Indonsia yang mempunya jabatan sebagai
Chef maupun Executive Chef. Perkembangannya di dalam negeri sudah sangat
menggembirakan dibandingkan dengan 5 atau 10 tahun yang lalu. Demi kemajuan
mereka, tentunya harus banyak diberi pelatihan, khususnya Bahasa Inggris. Ini
merupakan kelemahan yang cukup mendasar bagi orang Indonesia, karena mau tidak
mau, suka tidak suka paling tidak seorang Chef harus bisa berkomunikasi dengan
bahasa internasional ini.

Komentar