Kiat Kiat Manusia Unggul
1. Amal Ibadah
Seseorang disebut sebagai orang yang beruntung apabila segala aktivitas yang dilakukannya adalah dalam rangka ibadah sehingga semua aktivitasnya menjadi Amal Soleh. Untuk apa kita bekerja bersusah-payah mencari nafkah jika tidak membuahkan bekal untuk berpulang nanti, karena kita semua akan mati. Oleh karena itu maka pekerjaan kita untuk mencari nafkah di lapangan kerja apapun atau pada bidang profesi apapun, atau kegiatan bisnis apapun, haruslah dengan niat yang baik atau dengan niat yang lurus, yaitu dalam rangka ibadah. Sebab, jika niat sudah salah maka apapun yang kita lakukan tidak akan menjadi amal-soleh.
2. Kualitas diri
Disebut beruntung jika apa yang kita lakukan menghasilkan peningkatan kualitas diri secara terus menerus. Maka kegiatan apapun yang kita lakukan haruslah berorientasi pada peningkatan kualitas diri. Peningkatan kualitas iman, kualitas dalam bidang ilmu, dalam pekerjaan, dalam berhubungan dengan orang lain, dan dalam pengembangan potensi-potensi diri agar menjadi kemampuan efektif yang berguna bagi diri sendiri, bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Sebagai salahsatu cermin kualitas diri, aktivitas yang kita lakukan haruslah membuat diri kita manjadi orang yang dapat dipercaya. Dalam hal ini kita mempunyai contoh yang sangat baik yaitu Nabi Muhammad SAW. Sejak masa mudanya sebelum diangkat menjadi Nabi, seluruh masyarakat jazirah Arab memberi gelar kepada Ahmad (Nabi Muhammad SAW), yaitu Al-Amin (yang dapat dipercaya). Gelar tersebut tidak pernah ada sebelumnya dan tidak ada sesudahnya.
Yang disebut orang yang beruntung adalah : man kana yaumuhu khoiron min amsih fahuwa robihun (yaitu barangsiapa yang hari ini menjadi semakin berkualitas dibanding hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung). Jika kualitasnya hari ini sama dengan hari kemarin maka ia adalah sebagai orang yang rugi (khosirun), dan orang yang celaka adalah jika kualitasnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin (wa man kana yaumuhu syarrun min amsih).
3. Persaudaraan
Seseorang disebut sebagai orang yang beruntung apabila hal-hal yang dilakukannya menjadikan orang itu semakin banyak kawan dan persaudaraan antar sesamanya. Apabila aktivitas kita membuat orang-lain menjadi saudara kita atau menjadi mitra kita maka kita adalah orang yang beruntung. Yang dimaksud dengan orang yang beruntung adalah ketika orang-lain mencintai kita. Sebab, jika orang-lain mencintai kita, ilmunya akan diberikan kepada kita. Jika orang-lain mencintai kita maka sahabat-sahabatnya akan menjadi sahabat kita. Manakala orang-lain mencintai kita, kekuatannya akan melindungi kita. Manakala orang-lain mencintai kita, pengalamannya akan diajarkan kepada kita. Oleh karena itu jangan pernah merasa risau jika tak punya jabatan, tetapi buatlah aktivitas kita menjadikan semakin bertambah banyak jumlah sahabat kita. Jangan risaukan rizki tetapi risaukan jika tidak bertambah persaudaraan kita dengan sesama umat manusia.
4. Berguna bagi orang-lain
Jika kita ingin menjadi orang beruntung maka aktivitas yang kita lakukan harus mampu membuat orang lain beruntung, atau jika banyak orang semakin berilmu karena aktivitas kita, dan jika semakin banyak orang yang hidup lebih sejahtera karena upaya kita, atau menjadi semakin banyak orang yang berbahagia karena keberadaan kita, dan membuat semakin banyak orang yang berjiwa merdeka karena perjuangan kita.
Yang dimaksud orang beruntung adalah manakala apa yang dilakukan orang itu memberi manfaat kepada orang-lain, misalnya bisa menolong orang yang benar-benar sedang membutuhkan pertolongan. Jika semakin banyak orang yang merasa gembira hatinya karena tercerahkan pikirannya, atau jika semakin banyak orang yang menjadi tenteram hatinya atas perlindungan yang diperoleh sebagai hasil upaya kita, dan semakin banyak orang yang dapat diperbaiki nasib dan masadepannya. Orang yang beruntung adalah orang yang berguna bagi orang-lain (khoirun naas anfauhum linnaas).
5. Kehormatan diri
Yang disebut orang beruntung adalah manakala apa yang dilakukannya membuat orang-lain meningkat martabatnya, atau jika aktivitas yang kita lakukan bisa membuat orang-lain dihormati dalam kehidupan sosialnya, atau apabila hasil jerih-payah kita membuat orang-lain menjadi lebih percayadiri dan mengenal jatidirinya. Jika kita ingin menjadi orang yang dihormati maka kita harus pandai menjaga kehormatan diri kita sendiri. Jika kita ingin disebut orang beruntung maka kita harus mampu menjadikan orang lain sebagai orang yang terpuji.
Maka apakah yang harus diwariskan kepada generasi muda bangsa Indonesia? Yaitu kebanggaan karena kita mampu menghargai kehormatan diri kita dan mampu menjaga kehormatan bangsa Indonesia. Buatlah generasi muda bangsa Indonesia merasa bangga mempunyai orangtua, guru, pemimpin, dan wakil-wakil rakyat yang menghargai kehormatan dirinya dan mampu menjaga kehormatan bangsa Indonesia. Oleh karena itu maka apapun yang kita lakukan haruslah berorientasi untuk membangun kehormatan diri dan kehormatan bangsa Indonesia.
Seandainya Lima Prinsip Aktivitas tersebut benar-benar di hayati dan aplikatif dalam kehidupan kita sehari-hari niscaya bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat akan menjadi kenyataan, seandainya seluruh aktivitas kita bisa membuat kita makin pandai menghargai kehormatan diri kita dan menjaga kehormatan bangsa Indonesia, niscaya dunia akan datang bertekuk-lutut kepada kita
1. Amal Ibadah
Seseorang disebut sebagai orang yang beruntung apabila segala aktivitas yang dilakukannya adalah dalam rangka ibadah sehingga semua aktivitasnya menjadi Amal Soleh. Untuk apa kita bekerja bersusah-payah mencari nafkah jika tidak membuahkan bekal untuk berpulang nanti, karena kita semua akan mati. Oleh karena itu maka pekerjaan kita untuk mencari nafkah di lapangan kerja apapun atau pada bidang profesi apapun, atau kegiatan bisnis apapun, haruslah dengan niat yang baik atau dengan niat yang lurus, yaitu dalam rangka ibadah. Sebab, jika niat sudah salah maka apapun yang kita lakukan tidak akan menjadi amal-soleh.
2. Kualitas diri
Disebut beruntung jika apa yang kita lakukan menghasilkan peningkatan kualitas diri secara terus menerus. Maka kegiatan apapun yang kita lakukan haruslah berorientasi pada peningkatan kualitas diri. Peningkatan kualitas iman, kualitas dalam bidang ilmu, dalam pekerjaan, dalam berhubungan dengan orang lain, dan dalam pengembangan potensi-potensi diri agar menjadi kemampuan efektif yang berguna bagi diri sendiri, bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Sebagai salahsatu cermin kualitas diri, aktivitas yang kita lakukan haruslah membuat diri kita manjadi orang yang dapat dipercaya. Dalam hal ini kita mempunyai contoh yang sangat baik yaitu Nabi Muhammad SAW. Sejak masa mudanya sebelum diangkat menjadi Nabi, seluruh masyarakat jazirah Arab memberi gelar kepada Ahmad (Nabi Muhammad SAW), yaitu Al-Amin (yang dapat dipercaya). Gelar tersebut tidak pernah ada sebelumnya dan tidak ada sesudahnya.
Yang disebut orang yang beruntung adalah : man kana yaumuhu khoiron min amsih fahuwa robihun (yaitu barangsiapa yang hari ini menjadi semakin berkualitas dibanding hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung). Jika kualitasnya hari ini sama dengan hari kemarin maka ia adalah sebagai orang yang rugi (khosirun), dan orang yang celaka adalah jika kualitasnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin (wa man kana yaumuhu syarrun min amsih).
3. Persaudaraan
Seseorang disebut sebagai orang yang beruntung apabila hal-hal yang dilakukannya menjadikan orang itu semakin banyak kawan dan persaudaraan antar sesamanya. Apabila aktivitas kita membuat orang-lain menjadi saudara kita atau menjadi mitra kita maka kita adalah orang yang beruntung. Yang dimaksud dengan orang yang beruntung adalah ketika orang-lain mencintai kita. Sebab, jika orang-lain mencintai kita, ilmunya akan diberikan kepada kita. Jika orang-lain mencintai kita maka sahabat-sahabatnya akan menjadi sahabat kita. Manakala orang-lain mencintai kita, kekuatannya akan melindungi kita. Manakala orang-lain mencintai kita, pengalamannya akan diajarkan kepada kita. Oleh karena itu jangan pernah merasa risau jika tak punya jabatan, tetapi buatlah aktivitas kita menjadikan semakin bertambah banyak jumlah sahabat kita. Jangan risaukan rizki tetapi risaukan jika tidak bertambah persaudaraan kita dengan sesama umat manusia.
4. Berguna bagi orang-lain
Jika kita ingin menjadi orang beruntung maka aktivitas yang kita lakukan harus mampu membuat orang lain beruntung, atau jika banyak orang semakin berilmu karena aktivitas kita, dan jika semakin banyak orang yang hidup lebih sejahtera karena upaya kita, atau menjadi semakin banyak orang yang berbahagia karena keberadaan kita, dan membuat semakin banyak orang yang berjiwa merdeka karena perjuangan kita.
Yang dimaksud orang beruntung adalah manakala apa yang dilakukan orang itu memberi manfaat kepada orang-lain, misalnya bisa menolong orang yang benar-benar sedang membutuhkan pertolongan. Jika semakin banyak orang yang merasa gembira hatinya karena tercerahkan pikirannya, atau jika semakin banyak orang yang menjadi tenteram hatinya atas perlindungan yang diperoleh sebagai hasil upaya kita, dan semakin banyak orang yang dapat diperbaiki nasib dan masadepannya. Orang yang beruntung adalah orang yang berguna bagi orang-lain (khoirun naas anfauhum linnaas).
5. Kehormatan diri
Yang disebut orang beruntung adalah manakala apa yang dilakukannya membuat orang-lain meningkat martabatnya, atau jika aktivitas yang kita lakukan bisa membuat orang-lain dihormati dalam kehidupan sosialnya, atau apabila hasil jerih-payah kita membuat orang-lain menjadi lebih percayadiri dan mengenal jatidirinya. Jika kita ingin menjadi orang yang dihormati maka kita harus pandai menjaga kehormatan diri kita sendiri. Jika kita ingin disebut orang beruntung maka kita harus mampu menjadikan orang lain sebagai orang yang terpuji.
Maka apakah yang harus diwariskan kepada generasi muda bangsa Indonesia? Yaitu kebanggaan karena kita mampu menghargai kehormatan diri kita dan mampu menjaga kehormatan bangsa Indonesia. Buatlah generasi muda bangsa Indonesia merasa bangga mempunyai orangtua, guru, pemimpin, dan wakil-wakil rakyat yang menghargai kehormatan dirinya dan mampu menjaga kehormatan bangsa Indonesia. Oleh karena itu maka apapun yang kita lakukan haruslah berorientasi untuk membangun kehormatan diri dan kehormatan bangsa Indonesia.
Seandainya Lima Prinsip Aktivitas tersebut benar-benar di hayati dan aplikatif dalam kehidupan kita sehari-hari niscaya bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat akan menjadi kenyataan, seandainya seluruh aktivitas kita bisa membuat kita makin pandai menghargai kehormatan diri kita dan menjaga kehormatan bangsa Indonesia, niscaya dunia akan datang bertekuk-lutut kepada kita
Komentar