MENJADIKAN SMK SEBAGAI SEKOLAH MASA DEPAN
Salah satu program pemerintah dalam rangka pengembangan SMK adalah peningkatan akses dan pemerataan pendidikan pada SMK terutama dalam rangka pencapaian target proporsional 50 : 50 siswa yang belajar di SMK dan SMA pada Tahun 2009 mendatang.
PSB untuk Sekolah Menengah Kejuruan sebentar lagi akan dibuka. SMK melakukan perubahan besar dalam rangka pencapaian target proporsional jumlah siswa SMK dibandingkan dengan siswa SMA tahun 2009. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka SMK sebagai salah satu penyelenggara pendidikan pada tingkat menengah harus bisa berbenah diri baik dari dalam maupun dari luar, karena masyarakat pada umumnya masih beranggapan bahwa SMK merupakan sekolah menengah kedua atau sekolah alternatif apabila anaknya tidak dapat diterima di SMA. Mereka masih merasa risih atau gengsi untuk memasukkan anaknya ke SMK, karena SMK masih di dianggap sebagai sekolah menengah kebawah secara ekonomi, yang berarti sekolah untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Anggapan ini tidak sepenuhnya salah karena sebagian besar orang tua maupun siswa belum mengenal secara lebih jauh tentang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu. Oleh karena itu untuk merealisasikan kebijakan pemerintah tersebut, maka anggapan yang berkembang dimasyarakat tersebut harus segera dirubah dengan menjadikan SMK sebagai Sekolah Menengah Kedepan atau sekolah yang menjanjikan masa depannya. Sekolah tempat orang orang yang akan bisa meraih sukses berkarya di dunia kerja maupun berprestasi di dunia pendidikan.
Siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri atau swasta hasilnya maupun orang tua akan mencari tempat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan pilihannya yaitu SMA atau SMK yang dianggap terbaik atau favorit menurut mereka.
Program program yang telah dilakukan oleh Pemerintah untuk menjadikan SMK sebagai pilihan pertama bagi orang tua atau siswa lulusan SMP dan sederajat masih perlu ditingkatkan dan didukung oleh semua pihak, karena hasilnya belum optimal dalam menjaring minat siswa lulusan SMP dan sederajat untuk masuk ke SMK. Agar SMK benar benar bisa menjadi pilihan utama siswa atau orang tuanya maka perlu dilakukan upaya upaya kongkrit kearah terjadinya perubahan asumsi tersebut. Upaya yang bisa dilakukan diantaranya :
1. Merubah Citra Negatif Sekolah Menengah Kejuruan.
Citra negatif yang selama ini melekat pada siswa SMK harus segera diperbaiki. Anggapan bahwa siswa SMK hanya jago berkelahi atau tawuran, susah diatur, penampilan acak acakan harus dirubah. Demikian juga anggapan bahwa siswa SMK kelompok Bisnis dan Manajemen adalah perempuan semua, teknologi laki laki semua harus segera diluruskan. Demikian juga tentang kemampuan lulusan SMK yang dianggap hanya bisa sebagai tenaga teknisi, sales, pramuniaga, cleaning service, Waiter/waitress, buruh pabrik, dan profesi lain juga harus dirubah. Merubah citra SMK bukan hanya tugas Pemerintah semata tetapi juga lembaga pengelola pendidikan. Selain sosialisasi yang telah dilakukan oleh pemerintah baik secara langsung melalui tim ke datang SMP SMP maupun melalui media televisi, radio, surat kabar dan media lanilla, lembaga Pendidikan juga harus ikut bertanggung jawab untuk memperbaiki citra tersebut. Latih benar benar kemampuan siswa sehingga mereka memiliki kompetensi yang optimal, disiplin tinggi dan bertanggung jawab. Demikian juga tentang gender, hilangkan persepsi bahwa SMK bisnis dan manajemen sekolahnya perempuan maupun kelompok teknologi sekolahnya kaum laki laki. Untuk itu setiap pengelola pendidikan harus berusaha mengimbangi jumlah laki laki atau perempuan yang akan masuk ke sekolah tersebut dengan memberikan kebijakan khusus.
2. Tingkatkan Sarana dan Prasarana SMK
Menjadikan SMK sebagai sekolah masa depan juga harus didukung oleh pengelola pendidikan dengan menyediakan sarana dan prasarana sekolah yang up to date. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, sedangkan sarana dan prasarana sekolah yang minim dan kuno masih menjadi penyebab utama terjadinya kurang sinkron dengan sarana yang dimiliki oleh industri. Akibatnya ketika mereka terjun di industri sering harus belajar dari awal kembali.Oleh karena itu pengelola SMK harus meningkatkan sarana dan prasarana praktek maupun sarana pendukung pembelajaran lainnya agar benar benar bisa dihasilkan siswa lulusan yang kompeten dan sesuai dengan tuntutan dunia usaha / industri.
3. Tingkatkan Kerjasama SMK dengan Users
SMK memiliki program yang tepat untuk melatih kompetensi siswa dengan melaksanakan pembelajaran di Industri melalui program Praktek kerja Industri. Untuk itu kerjasama dengan industri harus ditingkatkan baik perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. Terutama dengan perusahan perusahaan yang ada di luar negeri, pengelola pendidikan harus mampu membuat kerjasama terutama dalam hal praktek kerja industri ini. Pelaksanaan Praktek kerja di luar negeri ternyata membawa perubahan besar dalam diri siswa. Mereka memiliki percaya diri yang tinggi karena bisa yakin dengan kemampuan yang dimiliki sehingga bersaing dengan sekolah dari luar negeri berbekal dengan pengamalamn yang ia terima di luar negeri.
4. Siapkan Siswa SMK untuk Mampu Berwirausaha
Untuk bisa menjadi pilihan utama, pengelola pendidikan atau pemerintah harus meyakinkan kepada masyarakat bahwa lulusan SMK tidak hanya siap bekerja tetapi juga mereka siap untuk menciptakan lapangan kerja. Dengan keterampilan yang telah dimiliki, serta pengetahuan tentang kewirausahaan disekolah mereka juga telah siap untuk menjadi “juragan juragan kecil”, dengan menciptakan lapangan kerja baru. Untuk itu pemerintah atau dunia usaha perlu memberikan dukungan dengan mengucurkan dana bergulir bagi siswa lulusan SMK yang akan berwirausaha. Banyak bidang sesuai keahlian yang mampu mereka kembangkan untuk berwirausaha diantaranya Restoran/cafe, Salon, Laundry, Bengkel motor, Warung, Grosir, rumah makan, Konveksi, pertamanan, Rental, Sanggar Seni dan sebagainya. Permasalahan yang terjadi sekarang bagi siswa lulusan SMK adalah kurangnya dukungan dana untuk menciptakan lapangan kerja tersebut. Dengan demikian lulusan SMK bukan hanya menjadi kuli, tetapi bisa juga menjadi manajer maupun direktur di dalam maupun di luar negeri dengan dukungan dari masyarakat.
5. Tingkatkan Kemampuan dan kecerdasan Siswa.
Agar SMK bisa menjadi pilihan maka pengetahuan dan kecerdasan siswa harus lebih ditingkatkan lagi. Tingkat kelulusan harus lebih tinggi, serta jumlah lulusan SMK yang diterima di perguruan tinggi negeri juga harus meningkat. Untuk itu maka pengelola pendidikan harus mampu menciptakan siswa yang cerdas disamping terampil dan ahli dalam kemampuan tertentu. Para guru harus mampu mendidik siswa dengan segala kemampuannya agar benar benar dihasilkan siswa cerdas dan pintar disamping memiliki keterampilan yang handal. Pemerintah juga harus ikut mengambil kebijakan agar lulusan SMK bisa mendapat prioritas untuk masuk ke perguruan perguruan tinggi favorit dan terpercaya. Pemerintah juga harus memfasilitasi lulusan SMK agar bisa melanjutkan ke Perguruan tinggi tersebut dengan kemudahan kemudahan lain..
Apabila upaya upaya tadi bisa dilakukan maka SMK akan bisa menjadi pilihan utama orang tua maupun siswa yang akan melanjutkan jenjang pendidikannya. Sehingga SMK benar benar menjadi sekolah masa depan, yang dicari karena kecerdasannya, keterampilannya serta prilaku dan sikap yang dimilikinya. Tetapi apabila SMK tidak berbenah menghadapi banyaknya pendaftar saat ini, SMK tidak akan mengalami perubahan bahkan bisa menjadi bumerang dimasa yang akan datang karena lulusannya gagal tidak sesuai dengan harapan.
Salah satu program pemerintah dalam rangka pengembangan SMK adalah peningkatan akses dan pemerataan pendidikan pada SMK terutama dalam rangka pencapaian target proporsional 50 : 50 siswa yang belajar di SMK dan SMA pada Tahun 2009 mendatang.
PSB untuk Sekolah Menengah Kejuruan sebentar lagi akan dibuka. SMK melakukan perubahan besar dalam rangka pencapaian target proporsional jumlah siswa SMK dibandingkan dengan siswa SMA tahun 2009. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka SMK sebagai salah satu penyelenggara pendidikan pada tingkat menengah harus bisa berbenah diri baik dari dalam maupun dari luar, karena masyarakat pada umumnya masih beranggapan bahwa SMK merupakan sekolah menengah kedua atau sekolah alternatif apabila anaknya tidak dapat diterima di SMA. Mereka masih merasa risih atau gengsi untuk memasukkan anaknya ke SMK, karena SMK masih di dianggap sebagai sekolah menengah kebawah secara ekonomi, yang berarti sekolah untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Anggapan ini tidak sepenuhnya salah karena sebagian besar orang tua maupun siswa belum mengenal secara lebih jauh tentang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu. Oleh karena itu untuk merealisasikan kebijakan pemerintah tersebut, maka anggapan yang berkembang dimasyarakat tersebut harus segera dirubah dengan menjadikan SMK sebagai Sekolah Menengah Kedepan atau sekolah yang menjanjikan masa depannya. Sekolah tempat orang orang yang akan bisa meraih sukses berkarya di dunia kerja maupun berprestasi di dunia pendidikan.
Siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri atau swasta hasilnya maupun orang tua akan mencari tempat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan pilihannya yaitu SMA atau SMK yang dianggap terbaik atau favorit menurut mereka.
Program program yang telah dilakukan oleh Pemerintah untuk menjadikan SMK sebagai pilihan pertama bagi orang tua atau siswa lulusan SMP dan sederajat masih perlu ditingkatkan dan didukung oleh semua pihak, karena hasilnya belum optimal dalam menjaring minat siswa lulusan SMP dan sederajat untuk masuk ke SMK. Agar SMK benar benar bisa menjadi pilihan utama siswa atau orang tuanya maka perlu dilakukan upaya upaya kongkrit kearah terjadinya perubahan asumsi tersebut. Upaya yang bisa dilakukan diantaranya :
1. Merubah Citra Negatif Sekolah Menengah Kejuruan.
Citra negatif yang selama ini melekat pada siswa SMK harus segera diperbaiki. Anggapan bahwa siswa SMK hanya jago berkelahi atau tawuran, susah diatur, penampilan acak acakan harus dirubah. Demikian juga anggapan bahwa siswa SMK kelompok Bisnis dan Manajemen adalah perempuan semua, teknologi laki laki semua harus segera diluruskan. Demikian juga tentang kemampuan lulusan SMK yang dianggap hanya bisa sebagai tenaga teknisi, sales, pramuniaga, cleaning service, Waiter/waitress, buruh pabrik, dan profesi lain juga harus dirubah. Merubah citra SMK bukan hanya tugas Pemerintah semata tetapi juga lembaga pengelola pendidikan. Selain sosialisasi yang telah dilakukan oleh pemerintah baik secara langsung melalui tim ke datang SMP SMP maupun melalui media televisi, radio, surat kabar dan media lanilla, lembaga Pendidikan juga harus ikut bertanggung jawab untuk memperbaiki citra tersebut. Latih benar benar kemampuan siswa sehingga mereka memiliki kompetensi yang optimal, disiplin tinggi dan bertanggung jawab. Demikian juga tentang gender, hilangkan persepsi bahwa SMK bisnis dan manajemen sekolahnya perempuan maupun kelompok teknologi sekolahnya kaum laki laki. Untuk itu setiap pengelola pendidikan harus berusaha mengimbangi jumlah laki laki atau perempuan yang akan masuk ke sekolah tersebut dengan memberikan kebijakan khusus.
2. Tingkatkan Sarana dan Prasarana SMK
Menjadikan SMK sebagai sekolah masa depan juga harus didukung oleh pengelola pendidikan dengan menyediakan sarana dan prasarana sekolah yang up to date. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, sedangkan sarana dan prasarana sekolah yang minim dan kuno masih menjadi penyebab utama terjadinya kurang sinkron dengan sarana yang dimiliki oleh industri. Akibatnya ketika mereka terjun di industri sering harus belajar dari awal kembali.Oleh karena itu pengelola SMK harus meningkatkan sarana dan prasarana praktek maupun sarana pendukung pembelajaran lainnya agar benar benar bisa dihasilkan siswa lulusan yang kompeten dan sesuai dengan tuntutan dunia usaha / industri.
3. Tingkatkan Kerjasama SMK dengan Users
SMK memiliki program yang tepat untuk melatih kompetensi siswa dengan melaksanakan pembelajaran di Industri melalui program Praktek kerja Industri. Untuk itu kerjasama dengan industri harus ditingkatkan baik perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. Terutama dengan perusahan perusahaan yang ada di luar negeri, pengelola pendidikan harus mampu membuat kerjasama terutama dalam hal praktek kerja industri ini. Pelaksanaan Praktek kerja di luar negeri ternyata membawa perubahan besar dalam diri siswa. Mereka memiliki percaya diri yang tinggi karena bisa yakin dengan kemampuan yang dimiliki sehingga bersaing dengan sekolah dari luar negeri berbekal dengan pengamalamn yang ia terima di luar negeri.
4. Siapkan Siswa SMK untuk Mampu Berwirausaha
Untuk bisa menjadi pilihan utama, pengelola pendidikan atau pemerintah harus meyakinkan kepada masyarakat bahwa lulusan SMK tidak hanya siap bekerja tetapi juga mereka siap untuk menciptakan lapangan kerja. Dengan keterampilan yang telah dimiliki, serta pengetahuan tentang kewirausahaan disekolah mereka juga telah siap untuk menjadi “juragan juragan kecil”, dengan menciptakan lapangan kerja baru. Untuk itu pemerintah atau dunia usaha perlu memberikan dukungan dengan mengucurkan dana bergulir bagi siswa lulusan SMK yang akan berwirausaha. Banyak bidang sesuai keahlian yang mampu mereka kembangkan untuk berwirausaha diantaranya Restoran/cafe, Salon, Laundry, Bengkel motor, Warung, Grosir, rumah makan, Konveksi, pertamanan, Rental, Sanggar Seni dan sebagainya. Permasalahan yang terjadi sekarang bagi siswa lulusan SMK adalah kurangnya dukungan dana untuk menciptakan lapangan kerja tersebut. Dengan demikian lulusan SMK bukan hanya menjadi kuli, tetapi bisa juga menjadi manajer maupun direktur di dalam maupun di luar negeri dengan dukungan dari masyarakat.
5. Tingkatkan Kemampuan dan kecerdasan Siswa.
Agar SMK bisa menjadi pilihan maka pengetahuan dan kecerdasan siswa harus lebih ditingkatkan lagi. Tingkat kelulusan harus lebih tinggi, serta jumlah lulusan SMK yang diterima di perguruan tinggi negeri juga harus meningkat. Untuk itu maka pengelola pendidikan harus mampu menciptakan siswa yang cerdas disamping terampil dan ahli dalam kemampuan tertentu. Para guru harus mampu mendidik siswa dengan segala kemampuannya agar benar benar dihasilkan siswa cerdas dan pintar disamping memiliki keterampilan yang handal. Pemerintah juga harus ikut mengambil kebijakan agar lulusan SMK bisa mendapat prioritas untuk masuk ke perguruan perguruan tinggi favorit dan terpercaya. Pemerintah juga harus memfasilitasi lulusan SMK agar bisa melanjutkan ke Perguruan tinggi tersebut dengan kemudahan kemudahan lain..
Apabila upaya upaya tadi bisa dilakukan maka SMK akan bisa menjadi pilihan utama orang tua maupun siswa yang akan melanjutkan jenjang pendidikannya. Sehingga SMK benar benar menjadi sekolah masa depan, yang dicari karena kecerdasannya, keterampilannya serta prilaku dan sikap yang dimilikinya. Tetapi apabila SMK tidak berbenah menghadapi banyaknya pendaftar saat ini, SMK tidak akan mengalami perubahan bahkan bisa menjadi bumerang dimasa yang akan datang karena lulusannya gagal tidak sesuai dengan harapan.
Komentar