MENDIDIK SISWA UNTUK PINTAR ATAU KREATIF
Salah seorang siswa pernah mengajukan sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi cukup menarik dan dapat kita jadikan sebagai bahan renungan serta kajian lebih lanjut bagi kita guru guru atau pengajar di sekolah.
Pertanyaan siswa tersebut muncul terkait dengan pengajaran pelajaran kewirausahaan di sekolah. Seperti biasa, sebelum mulai mengajar kepada materi inti, diawal pembelajaran saya selalu menyempatkan diri memberikan “spirit & motivation to get success for future”, sesuai dengan tujuan pelajaran yang saya ajarkan, dengan tujuan agar para siswa mampu dan mau melatih diri untuk berwirausaha sejak dini. Pertanyaan siswa sepertinya diilhami oleh Robert T. Kiyosaki dalam sebuah buku motivasi terkenal yang berjudul “Dad’s Rich Guide for Investment”. Inti pertanyaan adalah “mana sebenarnya yang lebih baik yang harus dilakukan siswa disekolah agar bisa meraih sukses dimasa depan, menjadi siswa yang pintar dan cerdas atau siswa yang biasa biasa saja tetapi kreatif”.
Mendengar pertanyaan siswa tersebut saya terdiam sejenak lantas berpikir. “Mana yang terbaik!. Apa yang menjadi indikator kesukesesan seseorang di masa depan. Bisa jadi orang yang telah memiliki 2 rumah, 2 kendaraan, 2 perusahaan, 2 gelar termasuk sukses, atau bisa juga orang disebut sukses karena mempunyai istri yang setia, anak yang berbakti, atau anaknya berhasil sekolah hingga diperguruan tinggi atau memiliki usaha sendiri. Sedangkan bagi kita guru guru atau tenaga pengajar melihat siswa kita atau mantan siswa kita berhasil menjadi orang orang yang sukses mungkin bisa dijadikan salah satu indikator kesuksesan kita dalam pembelajaran dan pengajaran di sekolah.
Untuk meraih “sukses” di masa depan, apakah harus pintar atau kreatif. Kedua-duanya bisa menjadi penyebab keberhasilan dimasa depan. Kedua duanya bisa juga menjadi pilihan siswa karena masing masing sudah ada contohnya. Banyak orang yang pintar, cerdas ketika sekolah, berprestasi dalam segala hal ternyata di masa depan ia juga bisa berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa dalam hidupnya. BJ Habibie misalnya, salah seorang mantan Presiden kita. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki kecerdasan luar biasa di sekolah atau diperguruan tinggi. Orang sudah tidak meragukan lagi kejeniusannya dalam segala hal. Di masa depannya beliau bisa meraih prestasi yang gemilang bagi bangsa ini. Hermawan Kertajaya salah seorang pakar marketing juga salah satu orang yang pintar di sekolah dan sukses pula di masa depannya. Tung Desem Waringin seorang motivator terkenal dan pelatih sukses nomor 1 di Indonesia (Versi majalah Marketing) juga orang yang pintar dan cerdas waktu sekolah.
Sedangkan orang yang biasa biasa saja ketika disekolah bahkan termasuk kedalam siswa bodoh ketika belajar tetapi karena kreativitas yang dilakukannya dia bisa meraih prestasi dan masa depan yang gemilang serta menjadi terkenal di dunia karena telah menghasilkan karya yang fenomenal untuk kemajuan dunia dan peradaban umat manusia. Tidak sedikit contoh orang orang yang biasa atau bahkan termasuk bodoh dalam pendidikan tetapi karena kreatif bisa meraih sukses di masa depan. Siapa yang tidak mengenal Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia yang telah sukses membangun Microsoft hingga hasil karyanya sangat berharga bagi kehidupan manusia di bumi ini. Beliau bukan orang jenius di sekolah bahkan memilih Drop Out dari Perguruan tinggi untuk kemudian merintis sebuah usaha dari hasil kreativitasnya. Lalu Soichiro Honda salah seorang pendiri kerajaan Honda. Ia salah satu orang yang sukses dimasa depannya walaupun tidak memiliki gelar pendidikan. Ia bukan orang pintar di sekolahnya, waktu dikelas beliau tidak pernah kedepan bahkan cenderung menjauh dari pandangan guru. Ia pernah berkata “ Nilaiku jelas ketika di sekolah, tetapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda”. Berkat kreativitas yang ia lakukan Ia mampu meraih sukses yang luar biasa bahkan hasil kreativitasnya banyak digunakan orang didunia ini. Kita juga melihat hasil kreativitas Sanders sang pencipta KFC. Walaupun dia tidak jenius tetapi hasil kreativitasnya bisa dinikmati oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Di Indonesia, kita bisa juga melihat dari kesuksesan KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym) sebagai seorang Da’i dan pengusaha dan masih banyak contoh lainnya, orang orang yang biasa biasa saja di sekolah tetapi kerena kreativitas yang ia lakukan ia mampu meraih prestasi gemilang dimasa depannya.
Sebagai guru atau tenaga pengajar tentunya kita punya harapan agar siswa atau lulusan yang kita didik bisa menjadi anak yang pintar dan cerdas di sekolah sehingga bisa meraih sukses dimasa depan karena kepintaran dan kecerdasannya. Tetapi kita juga tahu tidak semua siswa memiliki kepintaran atau kecerdasan seperti yang kita harapkan. Banyak siswa, anak anak didik kita yang kurang cerdas disekolah. Oleh karena itu ketika kita dihadapkan pada mereka kita harus ingat, bahwa kecerdasan bukan satu satunya jalan untuk meraih kesuksesan dimasa depan. Tetapi siswa yang biasa biasa saja tetapi kreatif juga bukan satu satunya orang yang akan gelap dan tidak akan sukses dimasa depannya.
Kewajiban kita sebagai guru atau tenaga pendidik di sekolah adalah mengajar bagaimana anak anak peserta didik kita bisa menggali semua potensi yang ada dalam dirinya sehingga dia bisa dan mampu menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat buat masa depannya. Kreativitas perlu kita ajarkan dan praktekkan sejak dini, agar kedepannya bisa lebih kreatif lagi. Latih kreativitas terus saat saat belajar disekolah. Kita harus belajar dari Robert R. Kiyosaki dalam buku tersebut bahwa orang rang kaya selalu berorientasi bukan pada kecerdasan anak-anaknya tetapi lebih kepada kreativitas anaknya untuk kesuksesan masa depan. Oleh karena itu kita harus menciptakan anak anak peserta didik agar menjadi siswa yang pintar dan cerdas disekolah agar mereka bisa berhasil meraih kesukesan dimasa depan dengan kejeniusan dan kepintarannya. Tetapi kita juga harus mendidik siswa yang tidak cerdas atau biasa biasa saja bentuk mereka menjadi siswa atau lulusan yang kreatif, agar bisa meraih masa depan gemilang. Jadi mana yang terbaik yang harus dilakukan oleh siswa “Pintar atau Kreatif”. Tentunya yang paling ideal untuk meraih sukses dimasa depan bukan kepada pilihan “pintar atau kreatif” tetapi siswa yang “pintar dan kreatif”. Apabila anak didik yang kita ajar memiliki kecerdasan yang luar biasa, kemudian kita latih dan gali potensinya sehingga mampu menghasilkan sebuah karya yang mampu menunjang masa depan, maka itu adalah sebuah prestasi bagi kita. Kesuksesan kita sebagai guru. Selamat berjuang dan berkarya kepada Para Guru di Indonesia.
Salah seorang siswa pernah mengajukan sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi cukup menarik dan dapat kita jadikan sebagai bahan renungan serta kajian lebih lanjut bagi kita guru guru atau pengajar di sekolah.
Pertanyaan siswa tersebut muncul terkait dengan pengajaran pelajaran kewirausahaan di sekolah. Seperti biasa, sebelum mulai mengajar kepada materi inti, diawal pembelajaran saya selalu menyempatkan diri memberikan “spirit & motivation to get success for future”, sesuai dengan tujuan pelajaran yang saya ajarkan, dengan tujuan agar para siswa mampu dan mau melatih diri untuk berwirausaha sejak dini. Pertanyaan siswa sepertinya diilhami oleh Robert T. Kiyosaki dalam sebuah buku motivasi terkenal yang berjudul “Dad’s Rich Guide for Investment”. Inti pertanyaan adalah “mana sebenarnya yang lebih baik yang harus dilakukan siswa disekolah agar bisa meraih sukses dimasa depan, menjadi siswa yang pintar dan cerdas atau siswa yang biasa biasa saja tetapi kreatif”.
Mendengar pertanyaan siswa tersebut saya terdiam sejenak lantas berpikir. “Mana yang terbaik!. Apa yang menjadi indikator kesukesesan seseorang di masa depan. Bisa jadi orang yang telah memiliki 2 rumah, 2 kendaraan, 2 perusahaan, 2 gelar termasuk sukses, atau bisa juga orang disebut sukses karena mempunyai istri yang setia, anak yang berbakti, atau anaknya berhasil sekolah hingga diperguruan tinggi atau memiliki usaha sendiri. Sedangkan bagi kita guru guru atau tenaga pengajar melihat siswa kita atau mantan siswa kita berhasil menjadi orang orang yang sukses mungkin bisa dijadikan salah satu indikator kesuksesan kita dalam pembelajaran dan pengajaran di sekolah.
Untuk meraih “sukses” di masa depan, apakah harus pintar atau kreatif. Kedua-duanya bisa menjadi penyebab keberhasilan dimasa depan. Kedua duanya bisa juga menjadi pilihan siswa karena masing masing sudah ada contohnya. Banyak orang yang pintar, cerdas ketika sekolah, berprestasi dalam segala hal ternyata di masa depan ia juga bisa berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa dalam hidupnya. BJ Habibie misalnya, salah seorang mantan Presiden kita. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki kecerdasan luar biasa di sekolah atau diperguruan tinggi. Orang sudah tidak meragukan lagi kejeniusannya dalam segala hal. Di masa depannya beliau bisa meraih prestasi yang gemilang bagi bangsa ini. Hermawan Kertajaya salah seorang pakar marketing juga salah satu orang yang pintar di sekolah dan sukses pula di masa depannya. Tung Desem Waringin seorang motivator terkenal dan pelatih sukses nomor 1 di Indonesia (Versi majalah Marketing) juga orang yang pintar dan cerdas waktu sekolah.
Sedangkan orang yang biasa biasa saja ketika disekolah bahkan termasuk kedalam siswa bodoh ketika belajar tetapi karena kreativitas yang dilakukannya dia bisa meraih prestasi dan masa depan yang gemilang serta menjadi terkenal di dunia karena telah menghasilkan karya yang fenomenal untuk kemajuan dunia dan peradaban umat manusia. Tidak sedikit contoh orang orang yang biasa atau bahkan termasuk bodoh dalam pendidikan tetapi karena kreatif bisa meraih sukses di masa depan. Siapa yang tidak mengenal Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia yang telah sukses membangun Microsoft hingga hasil karyanya sangat berharga bagi kehidupan manusia di bumi ini. Beliau bukan orang jenius di sekolah bahkan memilih Drop Out dari Perguruan tinggi untuk kemudian merintis sebuah usaha dari hasil kreativitasnya. Lalu Soichiro Honda salah seorang pendiri kerajaan Honda. Ia salah satu orang yang sukses dimasa depannya walaupun tidak memiliki gelar pendidikan. Ia bukan orang pintar di sekolahnya, waktu dikelas beliau tidak pernah kedepan bahkan cenderung menjauh dari pandangan guru. Ia pernah berkata “ Nilaiku jelas ketika di sekolah, tetapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda”. Berkat kreativitas yang ia lakukan Ia mampu meraih sukses yang luar biasa bahkan hasil kreativitasnya banyak digunakan orang didunia ini. Kita juga melihat hasil kreativitas Sanders sang pencipta KFC. Walaupun dia tidak jenius tetapi hasil kreativitasnya bisa dinikmati oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Di Indonesia, kita bisa juga melihat dari kesuksesan KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym) sebagai seorang Da’i dan pengusaha dan masih banyak contoh lainnya, orang orang yang biasa biasa saja di sekolah tetapi kerena kreativitas yang ia lakukan ia mampu meraih prestasi gemilang dimasa depannya.
Sebagai guru atau tenaga pengajar tentunya kita punya harapan agar siswa atau lulusan yang kita didik bisa menjadi anak yang pintar dan cerdas di sekolah sehingga bisa meraih sukses dimasa depan karena kepintaran dan kecerdasannya. Tetapi kita juga tahu tidak semua siswa memiliki kepintaran atau kecerdasan seperti yang kita harapkan. Banyak siswa, anak anak didik kita yang kurang cerdas disekolah. Oleh karena itu ketika kita dihadapkan pada mereka kita harus ingat, bahwa kecerdasan bukan satu satunya jalan untuk meraih kesuksesan dimasa depan. Tetapi siswa yang biasa biasa saja tetapi kreatif juga bukan satu satunya orang yang akan gelap dan tidak akan sukses dimasa depannya.
Kewajiban kita sebagai guru atau tenaga pendidik di sekolah adalah mengajar bagaimana anak anak peserta didik kita bisa menggali semua potensi yang ada dalam dirinya sehingga dia bisa dan mampu menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat buat masa depannya. Kreativitas perlu kita ajarkan dan praktekkan sejak dini, agar kedepannya bisa lebih kreatif lagi. Latih kreativitas terus saat saat belajar disekolah. Kita harus belajar dari Robert R. Kiyosaki dalam buku tersebut bahwa orang rang kaya selalu berorientasi bukan pada kecerdasan anak-anaknya tetapi lebih kepada kreativitas anaknya untuk kesuksesan masa depan. Oleh karena itu kita harus menciptakan anak anak peserta didik agar menjadi siswa yang pintar dan cerdas disekolah agar mereka bisa berhasil meraih kesukesan dimasa depan dengan kejeniusan dan kepintarannya. Tetapi kita juga harus mendidik siswa yang tidak cerdas atau biasa biasa saja bentuk mereka menjadi siswa atau lulusan yang kreatif, agar bisa meraih masa depan gemilang. Jadi mana yang terbaik yang harus dilakukan oleh siswa “Pintar atau Kreatif”. Tentunya yang paling ideal untuk meraih sukses dimasa depan bukan kepada pilihan “pintar atau kreatif” tetapi siswa yang “pintar dan kreatif”. Apabila anak didik yang kita ajar memiliki kecerdasan yang luar biasa, kemudian kita latih dan gali potensinya sehingga mampu menghasilkan sebuah karya yang mampu menunjang masa depan, maka itu adalah sebuah prestasi bagi kita. Kesuksesan kita sebagai guru. Selamat berjuang dan berkarya kepada Para Guru di Indonesia.
Komentar