Renungan

Bismillahirrohmanirrohim

Allah SWT, adalah Tuhan kita, Ia segala-galanya bagi kita. Kalau bukan karena Allah, segala sesuatunya tidak akan ada. Dialah Yang Maha Berkuasa. Allah menciptakan apa saja yang ada di dunia dan akhirat, menjadikan alam yang nyata dan alam yang ghaib, kemudian manusia, hewan, tumbuhan, dan sebagainya. Setiap makhluk yang Allah ciptakan, masing-masing memiliki sistem kehidupan nya sendiri. Semua hidup mengikuti peraturan nya masing-masing. Sesiapa saja yang tidak hidup dengan peraturan Tuhan, atau menolak sistem Allah pasti binasa, baik jangka pendek maupun panjang. Kemudian setelah itu, setiap makhluk ciptaan Tuhan sebenarnya tidak pernah lepas dari kuasaNya, ilmuNya, penglihatanNya, pendengaranNya, dan seterusnya. Jadi walaupun sekecil apapun, tiada satu benda di dunia ini yang berada diluar kuasaNya. Semua ada di dalam genggaman Allah Ta’ala. Sama juga dengan usaha yang dilakukan manusia untuk mencapai sesuatu. Usaha manusia tidak terlepas dari kuasa dan kehendak Allah. Kalau Allah inginkan dia gagal, maka gagal lah dia, meskipun dia telah berusaha sekuat tenaga. Adapun orang yang misalkan Allah inginkan dia sukses tanpa menempuh sebuah usaha, maka hal itu akan terjadi. Karena kehendak Tuhan itu MUTLAK, tiada siapapun dapat menghalangnya. Sebenarnya, sifat-sifat Maha Berkuasanya Tuhan yang disebutkan tadi, sudah cukup membuat hati kita gentar. Apakah kita tidak takut dengan kuasa Allah, ketika Allah katakan kita miskin, maka kita akan jadi miskin, kalau Allah katakan kita sengsara, maka sengsaralah kita.. Bukankah hal ini cukup menakutkan? Karena ternyata kita tidak punya kuasa apapun ke atas diri kita sendiri. Bahkan misalkan, kalau Allah mau kita tidak dapat menggerakkan sebelah ibu jari kita, hal itu bisa saja terjadi dengan sangat mudahnya. Itulah kehebatan kuasa Allah Yang Maha Agung.

Sebagai hambaNya yang beriman, sehebat, sepintar, sekaya apapun diri kita, kita tetap saja hamba Allah. Tugas hamba yang sebenarnya ialah mengabdi dengan Tuannya. Bukankah kita telah berjanji bahwa : “hidupku, matiku dan ibadahku hanyalah untuk Allah, Tuhan sekelian alam?” Inilah ikrar yang kita ucapkan 5kali dalam sehari, dalam sholat kita.

Bagaimanakah pertanggung jawaban kita dengan Tuhan? Kemudian, kita sebagai hamba Allah sifat fitrahnya, adalah sangat perlu dengan Tuhan. Bohong kalau seorang manusia itu tidak perlu dengan Allah. Tuhan adalah fitrah, hal yang sudah pasti diperlukan oleh manusia. Bahkan orang yang tidak beribadah kepada Tuhan pun, ketika mereka berada dalam kesusahan yang sudah sangat berat, terdesak, yang mereka ucapkan adalah : Wahai Tuhan, tolong aku! Begitulah fitrah setiap manusia, kita sangat perlu dengan Allah, Tuhan kita.

Komentar