Teaching Factory


Terlihat Puluhan siswa praktek dari jurusan Tata Boga setiap hari unjuk kemahiran di dapur praktek yang luas dan mewah di ujung kampusnya. Setiap hari memproduksi berbagai macam roti dibawah arahan guru pembimbing Rina Agustini, S.Pd dan Annisa Ropiatussholehah,SPD Jebolan UPI. Puluhan siswi kelas XII jurusan Jasa Boga (JB) tengah membuat adonan roti di ruang praktek memasak. Beberapa jenis roti yang sudah matang dan siap santap buah karya siswa berupa kue kering, cake, Sweet bread, Cookies tersaji dengan rapi. Roti isi keju, isi pisang, isi keju, isi mesis, coklat, coklat keju dengan resep buatan sendiri yang dibimbing oleh Mitra Industri dari Akun Kuliner Pratama Griya Center.

Kue kue tersebut siap dijual dan dipasarkan oleh siswa ke pada
masyarakat. Kemampuan siswa-siswi untuk menghasilkan karya itu merupakan hasil dari metode belajar Teaching Factory yang diterapkan di SMK ICB Cinta Wisata . Teaching factory merupakan sebuah konsep pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan industri saat ini dan nanti. Dengan proses pembelajaran teaching factory, siswa dapat belajar dan menguasai keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar kerja industri sesungguhnya. Bukan hanya itu. Produk-produk yang dibuat para siswa sebagai proses belajar pun bisa dipasarkan ke masyarakat sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah. Konsep teaching factory sudah mulai diterapkan ke beberapa SMK sejak 2015 lalu. "Dulu pernah ada istilah production unit, Lambat laun konsep tersebut diarahkan untuk fokus pada teaching factory. Melalui metode inilah produk buatan siswa merupakan hasil proses pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum. Misalnya, siswa jurusan tata boga akan menghasilkan produk boga.

PT AKUN KULINER PRATAMA sebagai pihak yang membantu membina penerapan konsep teaching factory mengatakan bahwa penerapan teaching factory merupakan salah satu jawaban terhadap kesenjangan yang selama ini terjadi antara proses belajar siswa dengan kebutuhan industri. "Konsep pembelajaran teaching factory sejatinya menggabungkan teori dengan praktik kerja yang dapat menghasilkan suatu produk atau jasa berdasarkan pesanan nyata konsumen. Walaupun demikian Tantangan Tidak mudah menerapkan konsep teaching factory tersebut. Selain butuh biaya tidak sedikit, banyak aspek harus diselaraskan dengan dunia industri. Industri harus disesuaikan adalah kurikulum pembelajaran siswa di sekolah. Ini dibutuhkan agar semua yang dipelajari siswa selaras dengan kondisi dan kebutuhan industri

Komentar