Ketekunan
dan penyerahan pada Yang Maha Kuasa akan menghasilkan lebih dari apa yang
diharapkan begitulah motto sosok pendidik sekaligus Ketua Yayasan Insan Cinta
Bangsa, Ny Bonur Simangunsong Hutahaean, SH.,MH. Keinginan mencerdaskan bangsa,
khususnya generasi muda telah menjadi obsesi yang melecut semangatnya. Walaupun
lingkungan keluarganya adalah pebisnis, setelah menikah dengan Drs.
Parlindungan Hutahaean, MM (Letkol Purn. TNI AD) yang memiliki latar belakang
kehidupan dan keluarga sebagai guru, semakin menguatkan hasratnya untuk
mewujudkan kiprahnya di dunia pendidikan.
Keinginan
tersebut akhirnya dapat terwujud ketika wanita energik ini kursus di sebuah
lembaga yang pada saat itu namanya International College Laboratory of English,
karena akan menemui sang suami yang pada saat itu studi di Amerika. Pemilik
kursus tersebut yakin, bila diserahkan untuk dikelola oleh orang yang tepat,
yaitu Parlindungan, lembaga itu akan maju.
Sekembalinya
Bapak Parlindungan dan Ny. Bonur dari luar negeri, serah terima tempat kursus
belangsung. Beberapa saat kemudian, dilengkapi dengan kursus-kursus lain, yaitu
Bahasa Jepang, Bahasa Belanda, Mengetik, Tata Buku dan lain-lain. Dengan penuh
semangat, wanita kelahiran Tapanuli, 15 Desember 1948 ini berjuang menjadikan
lembaga yang dipimpinnya memiliki brand image yang menarik perhatian masyarakat
Jawa Barat dan Indonesia.
Di
tengah-tengah kesibukannya sebagai Ketua Organisasi Persit Kartika Chandra
Kirana Pusdikint pada saat itu, ditambah harus mendidik lima orang anak
– tiga putra dan dua putri, bahwa mendidik orang lain sangatlah sulit bila
anak sendiri tidak terdidik. Dengan pertolongan Tuhan kelima
putra-putrinya berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana, Magister bahkan
melanjutkan ke program doktoral.
Selanjutnya
wanita yang memilih menikah pada tanggal 25 Juli 1968 dalam usia 20 tahun ini
bercerita tentang keinginannya mendidik dirinya, anak-anaknya dan generasi muda
bangsanya. Setelah memiliki 5 orang anak, penggemar durian dan
lumpiah ini mulai kuliah S1. Tidak puas sampai di situ, setelah mempunyai dua
orang cucu, ia melanjutkan kuliah S2 di Unpar.
Pasangan Ny
Bonur dan suami telah sepakat akan long life educations. Ini dibuktikan
pada saat usia suaminya 67 tahun dan Ny. Bonur 62 tahun, masih bersemangat
melanjutkan kuliah di program S3 UNINUS. Bila Tuhan mengijinkan mereka akan
sama-sama meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan sebelum usia 72 dan 63
tahun.
Yayasan
Cinta Bangsa, sejak dipegang oleh Ny Bonur tahun 1979 tidak hanya berhenti dalam
kursus saja. Ia terus mengembangkan yayasan dengan membuka program-program
pendidikan 6 bulan dan 1 tahun yang pada saat itu disebut Setara Diploma untuk
jurusan-jurusan Perhotelan, Sekretaris, Administrasi, Perbankan, Akuntansi,
Bahasa Inggris, Jurnalistik dan lain-lain. Setelah program ini berjalan 7
tahun, maka lembaga ini resmi menjadi Yayasan yang diberi nama Yayasan Insan
Cinta Bangsa (ICB) pada tahun 1986. Singkatan nama ini sama persis ketika belum
menjadi Yayasan, yaitu International College Bandung (ICB).
Perempuan
dengan filosofi hidup “lebih berbahagia memberi daripada
menerima” ini secara berturut-turut lembaga ini melebarkan
sayapnya dalam dunia pendidikan formal. Yaitu tahun 1989 mendidikan
Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP), tahun 1991 mendirikan Sekolah
Teknologi Menengah (STM), kemudian tahun 1993 mendirikan Sekolah Menengah
Ekonomi Atas (SMEA), di tahun yang sama mendirikan Politeknik, tahun 2001
mendirikan Sekolah menengah Atas (SMA), Tahun 2009 membuka SMK Farmasi dan di tahun
2012 mengajukan Program Diploma IV untuk Politeknik.
Hingga saat
ini masih mendidik 2500 siswa dan mahasiswa dengan +200 orang tenaga
dosen, guru dan staf, dan terus berjuang dengan seluruh staffnya untuk mencapai
5000 orang siswa & mahasiswa dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Ny
Bonur tetap optimis, bahwa yayasan akan eksis dan semuanya merupakan
tantangan untuk terus maju, lebih kreatif, lebih berkualitas bahkan lebih
terdepan.
Atas
dedikasinya dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, Ketua Bidang Advokasi
pada Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia
(ABPTSI) dianugerahi beberapa penghargaan. Di antaranya adalah Indonesia Best
Executive Golden Award (tahun 2000) dan Piagam Penghargaan Prestasi Indonesia
(tahun 2006).
Mencermati
kerja keras, pengabdian dan pencapaian selama ini, Pusat Rekor Indonesia
mempersembahkan penghargaan Platinum Indonesia dengan Kategory The Best
Educator Of The Year kepada Ny. Bonur Simangunsong Hutahaean, SH.,MH., sebagai
Ketua Yayasan Insan Cinta Bangsa Bandung.
Komentar