YAYASAN



Kualitas suatu negara dapat tercermin dari sistem pendidikan dan hasil (output) dari pendidikan itu sendiri. Tentu untuk mencapai hasil yang berkualitas tidak semudah membalikkan telapak tangan, diperlukan dedikasi, pengorbanan, keinginan yang kuat dan kecintaan di bidang yang satu ini. Membangun citra bangsa dengan membangun sumber daya manusia yang berkualitas tentunya menjadi tujuan utama para pelaku dunia pendidikan, demi mencerdaskan bangsa.
Ketekunan dan penyerahan pada Yang Maha Kuasa akan menghasilkan lebih dari apa yang diharapkan begitulah motto sosok pendidik sekaligus Ketua Yayasan Insan Cinta Bangsa, Ny Bonur Simangunsong Hutahaean, SH.,MH. Keinginan mencerdaskan bangsa, khususnya generasi muda telah menjadi obsesi yang melecut semangatnya. Walaupun lingkungan keluarganya adalah pebisnis, setelah menikah dengan Drs. Parlindungan Hutahaean, MM (Letkol Purn. TNI AD) yang memiliki latar belakang kehidupan dan keluarga sebagai guru, semakin menguatkan hasratnya untuk mewujudkan kiprahnya di dunia pendidikan.
Keinginan tersebut akhirnya dapat terwujud ketika wanita energik ini kursus di sebuah lembaga yang pada saat itu namanya International College Laboratory of English, karena akan menemui sang suami yang pada saat itu studi di Amerika. Pemilik kursus tersebut yakin, bila diserahkan untuk dikelola oleh orang yang tepat, yaitu Parlindungan, lembaga itu akan maju.
Sekembalinya Bapak Parlindungan dan Ny. Bonur dari luar negeri, serah terima tempat kursus belangsung. Beberapa saat kemudian, dilengkapi dengan kursus-kursus lain, yaitu Bahasa Jepang, Bahasa Belanda, Mengetik, Tata Buku dan lain-lain. Dengan penuh semangat, wanita kelahiran Tapanuli, 15 Desember 1948 ini berjuang menjadikan lembaga yang dipimpinnya memiliki brand image yang menarik perhatian masyarakat Jawa Barat dan Indonesia.
Di tengah-tengah kesibukannya sebagai Ketua Organisasi Persit Kartika Chandra Kirana Pusdikint pada saat itu, ditambah harus mendidik lima orang anak – tiga putra dan dua putri, bahwa mendidik orang lain sangatlah sulit bila anak sendiri tidak terdidik. Dengan pertolongan Tuhan kelima putra-putrinya berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana, Magister bahkan melanjutkan ke program doktoral.
Selanjutnya wanita yang memilih menikah pada tanggal 25 Juli 1968 dalam usia 20 tahun ini bercerita tentang keinginannya mendidik dirinya, anak-anaknya dan generasi muda bangsanya. Setelah memiliki 5 orang anak,  penggemar durian dan lumpiah ini mulai kuliah S1. Tidak puas sampai di situ, setelah mempunyai dua orang cucu, ia melanjutkan kuliah S2 di Unpar.
Pasangan Ny Bonur dan suami telah sepakat akan long life educations. Ini dibuktikan pada saat usia suaminya 67 tahun dan Ny. Bonur 62 tahun, masih bersemangat melanjutkan kuliah di program S3 UNINUS. Bila Tuhan mengijinkan mereka akan sama-sama meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan sebelum usia 72 dan 63 tahun.
 Yayasan Cinta Bangsa, sejak dipegang oleh Ny Bonur tahun 1979 tidak hanya berhenti dalam kursus saja. Ia terus mengembangkan yayasan dengan membuka program-program pendidikan 6 bulan dan 1 tahun yang pada saat itu disebut Setara Diploma untuk jurusan-jurusan Perhotelan, Sekretaris, Administrasi, Perbankan, Akuntansi, Bahasa Inggris, Jurnalistik dan lain-lain. Setelah program ini berjalan 7 tahun, maka lembaga ini resmi menjadi Yayasan yang diberi nama Yayasan Insan Cinta Bangsa (ICB) pada tahun 1986. Singkatan nama ini sama persis ketika belum menjadi Yayasan, yaitu International College Bandung (ICB).
Perempuan dengan filosofi hidup “lebih berbahagia memberi daripada menerima” ini secara berturut-turut lembaga ini melebarkan  sayapnya  dalam dunia pendidikan formal. Yaitu tahun 1989 mendidikan Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP), tahun 1991 mendirikan Sekolah Teknologi Menengah (STM), kemudian tahun 1993 mendirikan Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA), di tahun yang sama mendirikan Politeknik, tahun 2001 mendirikan Sekolah menengah Atas (SMA), Tahun 2009 membuka SMK Farmasi dan di tahun 2012 mengajukan Program Diploma IV untuk Politeknik.
Hingga saat ini masih mendidik 2500 siswa dan mahasiswa dengan +200 orang tenaga dosen, guru dan staf, dan terus berjuang dengan seluruh staffnya untuk mencapai 5000 orang siswa & mahasiswa dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Ny Bonur  tetap optimis, bahwa yayasan akan eksis dan semuanya merupakan tantangan untuk terus maju, lebih kreatif, lebih berkualitas bahkan lebih terdepan.
Atas dedikasinya dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, Ketua Bidang Advokasi pada Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia  (ABPTSI) dianugerahi beberapa penghargaan. Di antaranya adalah Indonesia Best Executive Golden Award (tahun 2000) dan Piagam Penghargaan Prestasi Indonesia (tahun 2006).
Mencermati kerja keras, pengabdian dan pencapaian selama ini, Pusat Rekor Indonesia mempersembahkan penghargaan Platinum Indonesia dengan Kategory The Best Educator Of The Year kepada Ny. Bonur Simangunsong Hutahaean, SH.,MH., sebagai Ketua Yayasan Insan Cinta Bangsa Bandung.

Komentar